Menteri PPPA Minta Maaf Buntut Usulan Gerbong Wanita di Tengah KRL
Ilustrasi by gemini.aiDilansir dari CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260429213217-20-1353631/menteri-pppa-minta-maaf-soal-usul-gerbong-krl-wanita-pindah-ke-tengah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf terkait usulannya yang memicu kontroversi untuk memindahkan posisi gerbong wanita ke bagian tengah rangkaian KRL. Saran tersebut sebelumnya ia lontarkan menanggapi insiden kecelakaan maut kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
Arifah mengakui bahwa pernyataannya kala itu kurang sensitif terhadap situasi yang ada.
"Terkait pernyataan saya paskainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat," kata Arifah mengutip akun resmi KemenPPPA, Rabu (29/4).
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut," sambungnya.
Fokus pada Keselamatan Seluruh Penumpang
Arifah mengklarifikasi bahwa tidak ada niatan untuk membeda-bedakan standar keselamatan antarpenumpang. Ia menekankan pentingnya perlindungan bagi semua orang tanpa memandang gender.
Prioritas Utama: Keselamatan laki-laki maupun perempuan adalah hal yang paling mendasar.
Kutipan Menteri: "Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," jelas Arifah.
Saat ini, ia menambahkan bahwa konsentrasi pemerintah sepenuhnya tertuju pada proses penanganan para korban terdampak.
"Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik kepada seluruh korban, baik yang meninggal dunia, maupun yang mengalami luka-luka," ungkapnya.
